KisahGus Dur bertemu dengan Nabi Khidir As dengan Kyai As'ad Syamsul Arifin.#gusdur #NabiKhidir #nabimuhammad #gusmuwafiq #gusmiftah #gusbaha #gusbaha #gus
Pertemuan Nabi Musa 'alaihissalam AS dan Nabi Khidir AS adalah kisah luar biasa yang sarat hikmah. Allah menceritakannya dalam Alqur'an agar manusia mengambil iktibar betapa luasnya ilmu-Nya. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, Ubay bin Ka'ab berkata ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam SAW bersabda "Suatu ketika, Nabi Musa berkhotbah di depan bani Israil, lalu ia ditanya, 'Siapa manusia yang paling berilmu?' Musa menjawab 'Aku'. Allah kemudian menegur Nabi Musa karena tidak menyatakan yang paling tahu adalah Allah. Allah kemudian mewahyukan kepadanya, "Sungguh, Aku memiliki seorang hamba-Ku di pertemuan antara dua lautan, dan lebih berilmu dari kamu." Nabi Musa bertanya, "Ya Rabb, bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya? Allah berfirman kepada Musa, "Bawalah seekor ikan yang kamu masukkan ke dalam suatu tempat, di mana ikan itu menghilang maka di situlah hamba-Ku itu berada!"Kemudian Nabi Musa pergi bersama seorang pelayan ada yang mengatakan muridnya bernama Yusya' bin Nun. Keduanya membawa ikan itu hingga keduanya tiba di sebuah batu besar. Mereka membaringkan tubuhnya sejenak lalu tertidur. Tiba-tiba ikan itu menghilang dari tempat tersebut. Ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut. Musa dan pelayannya merasa Nabi Musa dan Nabi Khidir ini diabadikan dalam Surah Al-Kahfi. Berikut kisah selengkapnya Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada muridnya, 'Aku tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ke pertemuan dua lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.'Ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. Tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, 'Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.'Muridnya menjawab, 'Tahukah kamu, ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa menceritakan tentang ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan; dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”Musa berkata, "Itulah tempat yang kita cari." Lalu, keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi berkata kepada Khidir, "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajariku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"Dia menjawab, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"Musa berkata, "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam satu urusan pun."Dia berkata, "Jika kamu mengikutiku, janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu."Berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidir melubanginya. Musa berkata, "Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar."Dia Khidir berkata, "Bukankah aku telah berkata, 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku?'Musa berkata, "Janganlah kamu menghukumku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebaniku dengan suatu kesulitan dalam urusanku."Berjalanlah keduanya, hingga keduanya bertemu dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya. Musa kemudia berkata, "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar."Khidir berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sungguh kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"Musa berkata, Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah kali ini, janganlah kamu membolehkan aku menyertaimu. Sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku."Keduanya pun berjalan, hingga keduanya sampai di penduduk suatu negeri. Mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidir menegakkan dinding berkata, "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu."Khidir berkata, "Inilah perpisahan antara aku dan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu maksud perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.""Adapun bahtera perahu itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku merusak bahtera itu karena di hadapan mereka ada seorang raja dzalim yang merampas setiap bahtera.""Adapun anak itu, kedua orang tuanya adalah orang mukmin. Kami khawatir bahwa dia akan memaksa kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Kami menghendaki supaya Rabb mereka mengganti anak lain bagi mereka, yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih mendalam kasih sayangnya kepada ibu bapaknya.""Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh. Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Rabbmu; dan tidaklah aku melakukannya menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah maksud perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya'." Surah Al-Kahfi ayat 60-82Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari pertemuan dua sosok manusia pilihan Allah itu. Di antaranya pelajaran berharga tentang adab, kesabaran, hakikat ilmu serta hikmah agar tidak menyombongkan diri. Kisah Nabi Musa dan Khidir ini telah mengantarkan kita kepada pemahaman bahwa ilmu-Nya benar-benar Mahaluas. Di dalam Kitab 'Al-Asror Rabbaniyyah wal Fuyudhatur Rahmaniyyah' karya Syeikh Ahmad Shawi Al-Maliki diterangkan bahwa Nabi Khidir dan Nabi Ilyas adalah nabi yan hidup kekal sampai hari kiamat. Nabi Khidir berkeliling di sekitar lautan sambil memberi petunjuk kepada orang-orang yang tersesat di lautan. Sedangkan, Nabi Ilyas berkeliling di sekitar gunung-gunung untuk memberi petunjuk kepada orang-orang yang tersesat di gunung. Allahu A'lam. rhs PertemuanNabi Musa dengan Nabi Khidir. Mengenal lebih jauh tentang profil Nabi Khidir AS akan memakan banyak waktu dan riwayat yang bersumber dari literasi Islam. Kepastian tentang sosok Khidir AS yakni beliau merupakan Hamba Allah yang diberi Ilmu lebih oleh Allah SWT. Kisah Gus Dur Nyantri di Tegalrejo, Dari Kolam Ikan hingga Masjid vsIlustrasi Kisah Nabi Khidir dan Hikmahnya bagi Umat Muslim. Sumber pixabayKisah Nabi Khidir dan Nabi Musa adalah salah satu kisah Nabi dan Rasul yang terkenal dan memiliki hikmah dalam ceritanya. Kisah tersebut dapat diceritakan kepada anak-anak sebagai kisah teladan agar mereka dapat memetik pelajarannya dan meneladani sifat mulia Nabi dan Rasul. Ilustrasi Kisah Nabi Khidir dan Hikmahnya bagi Umat Muslim. Sumber pixabayKisah Nabi Khidir dan Nabi MusaBerikut ini adalah penjelasan mengenai kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa serta hikmahnya. Kisah ini berawal pada saat Nabi Musa berdiri di hadapana Bani Israil kemudian seseorang bertanya kepadanya, "Siapakah orang yang paling berilmu?" Kemudian Nabi Musa menjawab, "aku." Lalu turunlah peringatan dari Allah SWT, "Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu."Nabi Musa pun bertanya siapa orang tersebut yang lebih berilmu dari dirinya dan di mana ia bisa menemui orang itu. Lalu Allah menjawab, "Bawalah bersama kamu seekor ikan di dalam sangkar. Sekiranya ikan tersebut hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu."Nabi Musa pun berangkat menemui orang tersebut bersama pembantunya. Setelah sampai di sana, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang berdiri di batu tempat dua lautan bertemu. Orang itu kemudian dikenal sebagai Nabi Khidir. Nabi Musa kemudian mengutarakan keinginannya untuk berguru kepada Nabi Khidir. Namun Nabi Khidir mengatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sabar jika bersamanya. Nabi Musa pun mengatakan, "Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apapun." Nabi Khidir lalu mengizinkan Nabi Musa untuk berguru kepadanya, dengan syarat jangan menanyakan apapun sampai ia menjelaskannya sendiri kepada Nabi Musa. Mereka lalu melakukan perjalanan dengan menaiki sebuah perahu. Di tengah perjalanan, Nabi Khidir melubangi perahu tersebut sehingga tenggelam ke dasar air. Nabi Musa tidak mengerti apa yang dilakukan Nabi Khidir tersebut sehingga bertanya kepadanya. Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa di awal, Nabi Musa pun meminta maaf dan berjanji untuk tidak bertanya mereka melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan seorang anak muda. Nabi Khidir kemudian membunuh anak muda itu. Nabi Musa kembali menanyakan alasan Nabi Khidir, lagi-lagi Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa di awal. Nabi Musa lalu mengatakan, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup bersabar menerima alasan dariku."Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga sampai di sebuah negeri. Mereka meminta dijamu oleh para penduduk negeri tersebut, namun mereka tidak mau melakukannya. Nabi Khidir kemudian memerintahkan Nabi Musa memperbaiki dinding suatu rumah yang rusak di daerah tersebut bersamanya. Lagi-lagi, Nabi Musa tidak kuasa untuk bertanya kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir kemudian berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya." Lalu, Nabi Khidir menjelaskan semuanya kepada Nabi tersebut adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut. Nabi Khidir merusakkan perahu itu karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap muda itu kedua orangtuanya adalah orang-orang mukmin "dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orangtuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan seorang anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu dan lebih sayang kepada ibu bapakya.Dinding rumah di kota itu adalah milik dua anak yatim, di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang shalih. "Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar kepadanya."Menurut buku 65 Cerita Teladan Sebelum Tidur oleh Sakha Aqila Mustofa 2008 81, hikmah dari kisah ini adalah bersabar. Bertindaklah penuh kesabaran karena sifat sabar adalah akhlah paling utama. Dalam menuntut ilmu dan belajar, sifat sabar paling Kisah Nabi Khidir dan Hikmahnya bagi Umat Muslim. Sumber penjelasan mengenai kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa yang penuh hikmah. Semoga kisah ini dapat memberi inspirasi kepada umat Muslim. INDDilansirdari buku Mistresses: A History of the Other Women karya Elizabeth Abbott, gundik pertama yang tercatat dalam sejarah adalah Hajar, seorang budak perempuan keturunan Mesir yang berkulit hitam. Hajar adalah budak Sarah, istri partriark Ibrahim (2000-1720 SM). Ibrahim menjadi seorang laki-laki kaya dalam berbagai hal kecuali keturunan
Tindakkekerasan -walaupun atas nama agama— dinyatakan oleh siapapun dan dimana pun sebagai terorisme. Beberapa tahun sebelum menjabat sebagai Presiden, penulis merencanak an berkunjung ke Israel untuk menghadiri pertemuan para pendiri Pusat Perdamaian Shimon Peres di Tel Aviv. Sebelum keberangak atan ke Tel Aviv, penulis menerima rancangan pernyataan bersama, yang oleh Rabi Kepala
Seorangwali mimpi bertemu Nabi Khidir. Thursday, 29 Zulhijjah 1443 / 28 July 2022
0ESpz.