Butuhwaktu lama," lanjut Gus Dur. "Belum lagi separatis RMS (Republik Maluku Sarani) yang bermarkas di Belanda, harus ada loby ke negara itu agar tak mendukung RMS. Juga negara lain yang punya kepentingan di Maluku," kata Gus Dur kemudian. "Juga separatis Irian Barat Papua Merdeka, yang saya tahu binaan Amerika.
Kesaksian Prof Quraish Shihab Tentang Gus Dur - Dinasihatkan oleh Rasulullah SAW, kita berkumpul di suatu majlis yg oleh agama dinamai majelis dzikir. Tidak kurang dari 200 kali, kata-kata dzikir terulang di dalam Al-Quran. Objeknya bermacam-macam, salah satu di antaranya adalah berdzikir, merenung, mengingat, menyebut-nyebut tokoh-tokoh, lebih lebih yang memiliki jasa di dalam masyarakat. Rasulullah SAW pun memerintahkan kita dengan sabdanya Udzkuru mahasina mautakum.. Renung renungkanlah, ingat-ingatlah, sebut-sebutlah jasa-jasa, kebaikan-kebaikan orang-orang mati kamu. Karena itu kita perlu garis bawahi, acara kita ini, acara haul ini, adalah salah satu dari ajaran penting dalam agama Islam yang ditekankan oleh Al-Quran dan Sunnah. Kalau kita berbicara tentang Gus Dur, tidak mudah membicarakan tokoh ini, karena tidak mudah menemukan kunci kepribadian Almarhum. Bahkan bisa terkesan bahwa ada semacam kontradiksi dari sikap-sikap beliau. Beliau itu serius, tetapi suka bercanda. Dalam hal-hal serius, seringkali kita dengar Gus Dur berucap “Begiitu aja kok repot”. Serius dan bercanda bertolak belakang, tetapi tidak harus dipertentangkan. Gus Dur seorang yang sangat rasional, tetapi dalam saat yg sama, beliau percaya supra rasional, yang terkadang bagi orang-orang yang tidak mengerti, dinamai irrasional. Bertolak belakang. Gus Dur almarhum seorang demokrat, senang bermusyawarah, tetapi dalam saat yang sama, bisa terkesan, karena kuatnya kepribadian beliau dan kuatnya cara-cara beliau untuk mempertahankan pendapatnya, terksean bahwa dia otoriter. Gus Dur–Allahu yarham— seorang yg berpijak di bumi indonesia, melihat jauh ke depan, tetapi dalam saat yang sama tidak pernah tidak menoleh ke belakang. Gus Dur bukan saja mengumandangkan dan mempraktekkan ungkapan yang dikenal oleh agamawan , dengan al muhafadzhotu alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, tetapi Gus Dur lebih dari itu. Bukan hanya sekedar “memelihara yg baik dari masa lalu serta mengambil yg lebih baik dari masa kini,” beliau bukan sekadar mengambil tetapi mempersembahkan sesuatu yang orisinil baru dari Gus Dur. Karena, dalam dua tanda petik, pertentangan-pertentangan ini, maka sikap masyarakat terhadap Gus Dur juga berbeda. Ada yang sangat mengagumi Gus Dur, tapi ada juga yang tidak faham tentang Gus Dur itu mempersalahkan Gus Dur. Dalam pandangan agamawan dan ilmuwan, kalau anda menemukan satu orang yang sikap masyarakat kontradiktif terhadapnya, maka ketahuilah bahwa yang bersangkutan adalah seorang yang genius. Dan karena itu, agama mengingatkan agar yang terlalu senang jangan melampaui batas dalam kesenangannya, dalam cintanya. Dan yang tidak senang jangan melampaui batas dalam kebenciannya. Rasul SAW bersabda, menyangkut Sayyidina Ali Karramallohu Wajhahu, ada yang sangat-sangat mengagungkan beliau, melebihi kedudukan beliau. Dan ada juga yg membenci beliau. Rasul SAW bersabda, ya Aliy, yahliku fika alrajulan. Ada dua kelompok manusia yang binasa menyangkut sikapnya terhadap engkau. Yang pertama terlalu cinta kepadamu, dia binasa karena terlalu cinta melebihi batas, dan yang kedua terlalu benci kepadamu.. Kita ingin menempatkan Gusdur pada tempatnya yang sebaik-baiknya. Kita tidak ingin terjadi kecintaan kita mengantar kita kepada syirik. Tapi dalam saat yang sama kita tidak ingin ketika kita tidak sependapat dengan beliau menuduh beliau dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Memang, kata para pakar, bisa jadi…bisa jadi..Kalau menurut ukuran akal, itu mustahil, tetapi bila kita menggunakan hati, maka itu tidak mustahil. Seorang yang mencapai kedudukan akal yang sehat, tidak mungkin baginya memadukan dua hal yang bertolak belakang. Tetapi seorang yang mencapai puncak akal dan puncak kesucian jiwa, dia dapat mencapai dan menggabung dua hal yang bertolak belakang. Itu sebabnya, sejak dulu ada filosof-filosof yang berkata sebenarnya bisa jadi ada orang yang berjalan di sungai, tapi dalam saat yg sama dia berhenti.. Al quran menyatakan Wama romaita idz romaita walakinnalloha roma..”bukan engkau yg melempar pada saat engkau melempar, tapi Allah yg melempar. ” Dua hal yg bertolak belakang. Karena itu ketika kita menemukan dalam ide-ide dalam pemikiran-pemikiran Gus Dur, faham pluralisme sebenarnya itu lahir dari pandangan akal yang digabung dengan pandangan hati yang suci. Itu sebabnya sufi-sufi besar, yang sebahagian mereka disalahpahami pendapat-pendapatnya itu berdendang, ada yg berkata “Sekali engkau melihat saya beribadah kepada Tuhan di masjid, dan di kali lain engkau melihat saya di gereja. Sekali engkau saya puja, dan di kali lain, engkau memuja saya. Sekali aku menyembah kepadamu, dan di kali lain engkau menyembahku.” itu kata Ibnu Al Arabi. Hal yang bertentangan, tetapi sebenarnya bagi yang faham itu tidak harus dipertentangkan. Gus Dur dengan faham pluralismenya ada yang salah faham. Padahal kalau kita merujuk pada Al-Quran, kita merujuk pada Sunnah Nabi saw kita menemukan itu sangat sejalan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi. Kalau kita baca surat perjanjian Nabi kepada kelompok Kristen Najran, boleh jadi ada orang yang tidak percaya itu. Saudara tahu, antara lain dikatakan disana, ” bahwa umat Islam harus membantu umat Kristen kapan dan dimanapun, sehingga jika mereka membutuhkan dana untuk membangun gereja-gereja mereka, hendaklah dia dibantu bukan sebagai hutang, tetapi sebagai bantuan yg tulus.” Itu perjanjian Nabi. Yang semacam itu yang difahami oleh Gus Dur. Bagi orang yang tidak faham sejarah, dia katakan, oh ini melanggar. Karena itu sangat wajar jika kita kembali kepada fikiran-fikiran Gus Dur. Sangat wajar apabila kita teruskan fikiran-fikiran beliau, apalagi dewasa ini. Gus Dur berpijak masa kini, tetapi menoleh ke belakang. Sekaligus memandang jauh ke depan. Terkadang pikiran-fikiran beliau melampaui masanya, sehingga nanti setelah beliau pergi, masa berubah, baru orang sadar, oh itu dulu Gus Dur benar ketika itu. Disitulah Gus Dur bagaikan mendendangkan syair yang menyatakan Sayadzkuruni qaumi idza jadda jidduhum wafil lailati dzulma’i yuftaqadul badru umatku/kaumku akan mengingat-ingat saya pada saat krisis mereka, dan memang purnama dicari-cari waktu gelapnya malam. Allah yarham Gus Dur. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat yg sebaik-baiknya ” Wassalaamu ’alaikum warahmatulloh wabarakatuh Post Scriptum Pidato ini disampaikan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab saat 1000 Hari Wafatnya Gus Dur tahun 2012 di Ciganjur.
KisahGus Dur Tak Punya Dompet. Kiai Imran; Kiai Sufi di Sumenep itu Wafat. Jangan Lewatkan. Alamak! Antrean Bisa Ibadah Haji Harus Nunggu 97 Tahun Karomah Syaikhona Kholil Bangkalan Bertemu Nabi Khidir. Kisah Kiai Bahar Sidogiri Nyantri Ilmu ke Syaikhona Kholil Bangkalan. Komentar. Berita Terbaru. Alamak! Antrean Bisa Ibadah Haji Harus
VIVA – Nabi Khidir AS memiliki kisah dengan Nabi Musa AS. Kisahnya diceritakan dalam Alquran. Ada pula kisah-kisah lainnya yang berkaitan dengan Nabi Khidir. Berikut kisah nabi Khidir dengan nabi Musa yang dikutip dari Musa Diberi Tahu tentang Orang Bijaksana Ilustrasi Nabi Musa. Suatu hari, Musa menyampaikan khotbah yang begitu mengesankan sehingga semua orang yang mendengarnya sangat tersentuh. Seseorang dalam jemaah bertanya "Wahai Rasulullah, apakah ada orang lain di bumi ini yang lebih berilmu darimu?" Musa menjawab "Tidak!", percaya demikian, karena Allah telah memberinya kekuatan mukjizat dan menghormatinya dengan Allah mengungkapkan kepada Musa bahwa tidak ada manusia yang bisa mengetahui semua yang perlu diketahui, dan tidak akan ada satu utusan saja yang menjadi penjaga semua pengetahuan. Akan selalu ada orang lain yang tahu apa yang orang lain tidak tahu. Musa bertanya kepada Allah "Ya Allah, di mana orang ini? Saya ingin bertemu dengannya dan belajar darinya." Dia juga meminta tkamu untuk identitas orang memerintahkannya untuk mengambil ikan hidup dalam bejana berisi air. Di mana ikan menghilang, dia akan menemukan orang yang dia cari. Musa memulai perjalanannya, ditemani oleh seorang pemuda yang membawa kapal dengan ikan. Mereka mencapai tempat di mana dua sungai bertemu dan memutuskan untuk beristirahat di sana. Seketika, Musa Musa Menemukan Nabi Khidir Kisah Nabi Yakub Saat dia tertidur, temannya melihat ikan itu menggeliat keluar dari kapal ke sungai dan berenang menjauh. Namun, dia lupa menceritakan kejadian ini kepada Musa. Ketika dia bangun, mereka melanjutkan perjalanan sampai mereka kelelahan dan lapar. Musa meminta makan paginya. Baru pada saat itulah temannya ingat bahwa ikan yang mereka bawa telah kabur. Mendengar ini, Musa berseru 'Inilah yang kita cari!" Mereka buru-buru menelusuri kembali langkah mereka ke tempat di mana sungai bertemu dan di mana ikan telah melompat keluar. Di sana mereka menemukan seorang pria, wajahnya sebagian tertutup tudung. Sikapnya menunjukkan bahwa dia adalah orang suci, dia adalah nabi Khidir, Nabi Musa Mencari Nabi Khidir - Hadits Ilustrasi Nabi Khidir. Kisah Musa dan Al-Khidir juga diceritakan dalam sebuah hadits. Said Ibn Jubair berkata "Aku berkata kepada Ibn Abbas, 'Nauf Al-Bukah mengklaim bahwa Musa, sahabat Al-Khidr, bukanlah Musa nabi dari bani Israel, tetapi beberapa Musa lainnya.' Ibn Abbas berkata 'Musuh Allah yaitu Nauf telah berbohong. Ubai Ibn Kab mengatakan kepada kami bahwa Nabi berkata Suatu ketika Musa berdiri dan berbicara kepada Bani Israel. Dia ditanya siapa orang yang paling terpelajar di antara manusia. Dia berkata “Aku.” Allah menegurnya karena dia tidak memberikan ilmu yang mutlak kepada-Nya Allah. Maka Allah berfirman kepadanya 'Ya, di persimpangan dua lautan ada hamba-Ku yang lebih berilmu darimu. " Musa berkata "Ya Tuhanku! Bagaimana saya bisa bertemu dengannya?" Allah berfirman "Ambil seekor ikan dan masukkan ke dalam keranjang besar dan kamu akan menemukannya di tempat di mana kamu akan kehilangan ikan."Musa mengambil seekor ikan dan memasukkannya ke dalam keranjang dan berjalan bersama dengan anak laki-lakinya pelayannya, Joshua Yusha Ibn Nun, sampai mereka mencapai batu karang tempat mereka meletakkan kepala mereka yaitu berbaring. Musa tidur, dan ikan, keluar dari keranjang, jatuh ke laut. Ia mengambil jalannya ke laut lurus seperti di terowongan. Allah menghentikan aliran air di atas ikan dan itu menjadi seperti lengkungan Nabi menunjukkan lengkungan ini dengan tangannya. Mereka menempuh sisa malam itu, dan keesokan harinya Musa berkata kepada anak laki-lakinya pelayannya "Berikanlah kami makanan kami, karena sesungguhnya, kami telah menderita banyak kelelahan dalam perjalanan kami ini." Musa tidak merasa lelah sampai dia menyeberangi tempat yang diperintahkan Allah kepadanya untuk dicari. Anak laki-lakinya pelayannya berkata kepadanya "Tahukah Kamu bahwa ketika kami duduk di dekat batu itu, saya melupakan ikan itu, dan tidak ada kecuali Setan yang membuat saya lupa untuk memberi tahu Kamu tentang hal itu, dan ia mengambil jalannya ke dalam laut dengan cara yang menakjubkan?" Jadi ada jalan untuk ikan itu dan itu membuat mereka heran. Musa berkata "Itulah yang kami cari." Jadi keduanya menelusuri kembali langkah mereka sampai mereka mencapai batu. Di sana mereka melihat seorang pria berbaring ditutupi dengan Musa Berbicara Dengan Nabi Khidir Ilustrasi Nabi Khidir. Musa menyapanya, dan dia menjawab dengan mengatakan "Bagaimana orang saling menyapa di tanahmu?" Musa berkata "Aku adalah Musa."Pria itu bertanya "Musa dari Bani Israel?" Musa berkata 'Ya, aku datang kepadamu agar kamu dapat mengajariku dari hal-hal yang telah diajarkan Allah kepadamu." Dia berkata "Wahai Musa! Aku memiliki sebagian dari ilmu Allah yang telah Allah ajarkan kepadaku dan yang tidak kamu ketahui, sedangkan kamu memiliki sebagian dari ilmu Allah yang Allah telah ajarkan kepadamu dan yang tidak aku ketahui.” Musa bertanya “Bolehkah aku mengikutimu? ?” Dia berkata “Tapi kamu tidak akan bisa bersabar denganku, karena bagaimana kamu bisa bersabar tentang hal-hal yang tidak akan kamu mengerti?” Musa berkata 'Kamu akan menemukanku, jika Allah menghendaki, benar-benar sabar, dan aku tidak akan mendurhakaimu sedikitpun.”Jadi keduanya berangkat berjalan di sepanjang pantai laut. Sebuah perahu melewati mereka, dan mereka meminta awak perahu untuk membawa mereka ke atas kapal. Para kru mengenali Al-Khidr, jadi mereka membawa mereka ke kapal tanpa ongkos. Ketika mereka berada di atas perahu, seekor burung gereja datang dan berdiri di tepi perahu dan mencelupkan paruhnya sekali atau dua kali ke laut. Nabi Khidir berkata kepada nabi Musa "Wahai Musa! Ilmuku dan ilmumu tidak mengurangi ilmu Allah kecuali sebanyak burung pipit ini menurunkan air laut dengan paruhnya." Kemudian tiba-tiba Al-Khidr mengambil sebuah kapak dan menarik sebuah papan, dan Musa tidak menyadarinya sampai dia telah menarik sebuah papan dengan kapak itu. Musa berkata kepadanya "Apa yang telah kamu lakukan? Mereka membawa kami ke kapal tanpa memungut biaya apapun; namun kamu dengan sengaja membuat lubang di perahu mereka untuk menenggelamkan penumpangnya. Sesungguhnya, kamu telah melakukan hal yang mengerikan." Nabi Khidir menjawab "Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa kamu tidak akan bisa bersabar denganku?" Musa menjawab "Jangan salahkan aku atas apa yang telah aku lupakan, dan jangan keras terhadapku karena kesalahanku." Jadi alasan pertama Musa adalah dia mereka telah meninggalkan laut, mereka melewati seorang anak laki-laki yang sedang bermain dengan anak laki-laki lain. Nabi Khidir memegang kepala anak itu dan mencabutnya dengan tangannya seperti ini. Sufyan, sub-narator memberi isyarat dengan ujung jarinya seolah-olah sedang memetik buah. Musa berkata kepadanya "Apakah kamu telah membunuh orang yang tidak bersalah yang tidak membunuh siapa pun? Kamu benar-benar telah melakukan hal yang mengerikan." Al-Khidr berkata "Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa kamu tidak bisa bersabar denganku?" Musa berkata "Jika saya bertanya kepada Kamu tentang apa pun setelah ini, jangan temani saya. Kamu telah menerima alasan dari saya."Kemudian keduanya melanjutkan perjalanan sampai mereka datang ke beberapa orang di suatu desa, dan mereka meminta makanan kepada penduduknya tetapi mereka menolak untuk menjamu mereka sebagai tamu. Kemudian mereka melihat di dalamnya ada tembok yang akan runtuh dan Al Khidir memperbaikinya hanya dengan menyentuhnya dengan tangannya. Sufyan, subnarator, memberi isyarat dengan tangannya, menggambarkan bagaimana nabi Khidir melewati dinding ke atas. Musa berkata "Ini adalah orang-orang yang kami panggil, tetapi mereka tidak memberi kami makanan, atau menghibur kami sebagai para tamu, namun Kamu telah memperbaiki tembok mereka. Jika Kamu mau, Kamu bisa mengambil upah untuk itu." Nabi Khidir berkata "Ini adalah perpisahan antara kamu dan aku, dan aku akan memberi tahu kamu penjelasan tentang hal-hal yang kamu tidak bisa bersabar."Nabi menambahkan "Kami berharap Musa bisa tetap sabar karena Allah mungkin telah memberi tahu kami lebih banyak tentang kisah mereka." Sufyan, sub-narator, mengatakan bahwa Nabi berkata "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa! Jika dia tetap sabar, kami akan diberitahu lebih lanjut tentang kasus mereka.".Itulah kisah nabi Khidir dan nabi Musa. Ada hikmah dibalik kisahnya ini yang bisa dipetik. Semoga artikel ini bermanfaat. Usai Bolehkan Santri Berzina, Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Khutbah Pakai Ayat Alkitab Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu, Jawa Barat kembali jadi bahan pembicaraan publik. Terkini, pimpinan ponpes yaitu Panji Gumilang khutbah dengan memakai ayat Alkitab. 7 Juni 2023 NasihatGus Dur Bertemu Walisongo di Candi Prambanan dan Borobudur. Sandal Mbah Dalhar dan Kisah Gus Miek Bertemu Nabi Khidir. Film "The Santri" Vs Kultur Pesantren. Syaikh Hisyam Kabbani: Cara Agar Anda Dilihat Oleh Rasulullah. Hijrah Bukan Seperti Belah Bambu. Tentang Atorcator;
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID Nc7mcP0CwqpWzsOMmFDoOXeydkP02foT_G_pVTE_BAm-O_TUnEt4Uw==

KisahGus Dur bertemu dengan Nabi Khidir As dengan Kyai As'ad Syamsul Arifin.#gusdur #NabiKhidir #nabimuhammad #gusmuwafiq #gusmiftah #gusbaha #gusbaha #gus

Pertemuan Nabi Musa 'alaihissalam AS dan Nabi Khidir AS adalah kisah luar biasa yang sarat hikmah. Allah menceritakannya dalam Alqur'an agar manusia mengambil iktibar betapa luasnya ilmu-Nya. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, Ubay bin Ka'ab berkata ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam SAW bersabda "Suatu ketika, Nabi Musa berkhotbah di depan bani Israil, lalu ia ditanya, 'Siapa manusia yang paling berilmu?' Musa menjawab 'Aku'. Allah kemudian menegur Nabi Musa karena tidak menyatakan yang paling tahu adalah Allah. Allah kemudian mewahyukan kepadanya, "Sungguh, Aku memiliki seorang hamba-Ku di pertemuan antara dua lautan, dan lebih berilmu dari kamu." Nabi Musa bertanya, "Ya Rabb, bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya? Allah berfirman kepada Musa, "Bawalah seekor ikan yang kamu masukkan ke dalam suatu tempat, di mana ikan itu menghilang maka di situlah hamba-Ku itu berada!"Kemudian Nabi Musa pergi bersama seorang pelayan ada yang mengatakan muridnya bernama Yusya' bin Nun. Keduanya membawa ikan itu hingga keduanya tiba di sebuah batu besar. Mereka membaringkan tubuhnya sejenak lalu tertidur. Tiba-tiba ikan itu menghilang dari tempat tersebut. Ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut. Musa dan pelayannya merasa Nabi Musa dan Nabi Khidir ini diabadikan dalam Surah Al-Kahfi. Berikut kisah selengkapnya Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada muridnya, 'Aku tidak akan berhenti berjalan sebelum sampai ke pertemuan dua lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.'Ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. Tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, 'Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.'Muridnya menjawab, 'Tahukah kamu, ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa menceritakan tentang ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan; dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”Musa berkata, "Itulah tempat yang kita cari." Lalu, keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi berkata kepada Khidir, "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajariku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"Dia menjawab, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"Musa berkata, "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam satu urusan pun."Dia berkata, "Jika kamu mengikutiku, janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu."Berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidir melubanginya. Musa berkata, "Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar."Dia Khidir berkata, "Bukankah aku telah berkata, 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku?'Musa berkata, "Janganlah kamu menghukumku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebaniku dengan suatu kesulitan dalam urusanku."Berjalanlah keduanya, hingga keduanya bertemu dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya. Musa kemudia berkata, "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar."Khidir berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sungguh kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"Musa berkata, Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah kali ini, janganlah kamu membolehkan aku menyertaimu. Sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku."Keduanya pun berjalan, hingga keduanya sampai di penduduk suatu negeri. Mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidir menegakkan dinding berkata, "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu."Khidir berkata, "Inilah perpisahan antara aku dan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu maksud perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.""Adapun bahtera perahu itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku merusak bahtera itu karena di hadapan mereka ada seorang raja dzalim yang merampas setiap bahtera.""Adapun anak itu, kedua orang tuanya adalah orang mukmin. Kami khawatir bahwa dia akan memaksa kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Kami menghendaki supaya Rabb mereka mengganti anak lain bagi mereka, yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih mendalam kasih sayangnya kepada ibu bapaknya.""Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedangkan ayahnya adalah seorang yang saleh. Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Rabbmu; dan tidaklah aku melakukannya menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah maksud perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya'." Surah Al-Kahfi ayat 60-82Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari pertemuan dua sosok manusia pilihan Allah itu. Di antaranya pelajaran berharga tentang adab, kesabaran, hakikat ilmu serta hikmah agar tidak menyombongkan diri. Kisah Nabi Musa dan Khidir ini telah mengantarkan kita kepada pemahaman bahwa ilmu-Nya benar-benar Mahaluas. Di dalam Kitab 'Al-Asror Rabbaniyyah wal Fuyudhatur Rahmaniyyah' karya Syeikh Ahmad Shawi Al-Maliki diterangkan bahwa Nabi Khidir dan Nabi Ilyas adalah nabi yan hidup kekal sampai hari kiamat. Nabi Khidir berkeliling di sekitar lautan sambil memberi petunjuk kepada orang-orang yang tersesat di lautan. Sedangkan, Nabi Ilyas berkeliling di sekitar gunung-gunung untuk memberi petunjuk kepada orang-orang yang tersesat di gunung. Allahu A'lam. rhs PertemuanNabi Musa dengan Nabi Khidir. Mengenal lebih jauh tentang profil Nabi Khidir AS akan memakan banyak waktu dan riwayat yang bersumber dari literasi Islam. Kepastian tentang sosok Khidir AS yakni beliau merupakan Hamba Allah yang diberi Ilmu lebih oleh Allah SWT. Kisah Gus Dur Nyantri di Tegalrejo, Dari Kolam Ikan hingga Masjid vs
Ilustrasi Kisah Nabi Khidir dan Hikmahnya bagi Umat Muslim. Sumber pixabayKisah Nabi Khidir dan Nabi Musa adalah salah satu kisah Nabi dan Rasul yang terkenal dan memiliki hikmah dalam ceritanya. Kisah tersebut dapat diceritakan kepada anak-anak sebagai kisah teladan agar mereka dapat memetik pelajarannya dan meneladani sifat mulia Nabi dan Rasul. Ilustrasi Kisah Nabi Khidir dan Hikmahnya bagi Umat Muslim. Sumber pixabayKisah Nabi Khidir dan Nabi MusaBerikut ini adalah penjelasan mengenai kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa serta hikmahnya. Kisah ini berawal pada saat Nabi Musa berdiri di hadapana Bani Israil kemudian seseorang bertanya kepadanya, "Siapakah orang yang paling berilmu?" Kemudian Nabi Musa menjawab, "aku." Lalu turunlah peringatan dari Allah SWT, "Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu."Nabi Musa pun bertanya siapa orang tersebut yang lebih berilmu dari dirinya dan di mana ia bisa menemui orang itu. Lalu Allah menjawab, "Bawalah bersama kamu seekor ikan di dalam sangkar. Sekiranya ikan tersebut hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu."Nabi Musa pun berangkat menemui orang tersebut bersama pembantunya. Setelah sampai di sana, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang berdiri di batu tempat dua lautan bertemu. Orang itu kemudian dikenal sebagai Nabi Khidir. Nabi Musa kemudian mengutarakan keinginannya untuk berguru kepada Nabi Khidir. Namun Nabi Khidir mengatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sabar jika bersamanya. Nabi Musa pun mengatakan, "Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apapun." Nabi Khidir lalu mengizinkan Nabi Musa untuk berguru kepadanya, dengan syarat jangan menanyakan apapun sampai ia menjelaskannya sendiri kepada Nabi Musa. Mereka lalu melakukan perjalanan dengan menaiki sebuah perahu. Di tengah perjalanan, Nabi Khidir melubangi perahu tersebut sehingga tenggelam ke dasar air. Nabi Musa tidak mengerti apa yang dilakukan Nabi Khidir tersebut sehingga bertanya kepadanya. Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa di awal, Nabi Musa pun meminta maaf dan berjanji untuk tidak bertanya mereka melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan seorang anak muda. Nabi Khidir kemudian membunuh anak muda itu. Nabi Musa kembali menanyakan alasan Nabi Khidir, lagi-lagi Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa di awal. Nabi Musa lalu mengatakan, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup bersabar menerima alasan dariku."Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga sampai di sebuah negeri. Mereka meminta dijamu oleh para penduduk negeri tersebut, namun mereka tidak mau melakukannya. Nabi Khidir kemudian memerintahkan Nabi Musa memperbaiki dinding suatu rumah yang rusak di daerah tersebut bersamanya. Lagi-lagi, Nabi Musa tidak kuasa untuk bertanya kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir kemudian berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya." Lalu, Nabi Khidir menjelaskan semuanya kepada Nabi tersebut adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut. Nabi Khidir merusakkan perahu itu karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap muda itu kedua orangtuanya adalah orang-orang mukmin "dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orangtuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan seorang anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu dan lebih sayang kepada ibu bapakya.Dinding rumah di kota itu adalah milik dua anak yatim, di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang shalih. "Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar kepadanya."Menurut buku 65 Cerita Teladan Sebelum Tidur oleh Sakha Aqila Mustofa 2008 81, hikmah dari kisah ini adalah bersabar. Bertindaklah penuh kesabaran karena sifat sabar adalah akhlah paling utama. Dalam menuntut ilmu dan belajar, sifat sabar paling Kisah Nabi Khidir dan Hikmahnya bagi Umat Muslim. Sumber penjelasan mengenai kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa yang penuh hikmah. Semoga kisah ini dapat memberi inspirasi kepada umat Muslim. IND
Dilansirdari buku Mistresses: A History of the Other Women karya Elizabeth Abbott, gundik pertama yang tercatat dalam sejarah adalah Hajar, seorang budak perempuan keturunan Mesir yang berkulit hitam. Hajar adalah budak Sarah, istri partriark Ibrahim (2000-1720 SM). Ibrahim menjadi seorang laki-laki kaya dalam berbagai hal kecuali keturunan
Tindakkekerasan -walaupun atas nama agama— dinyatakan oleh siapapun dan dimana pun sebagai terorisme. Beberapa tahun sebelum menjabat sebagai Presiden, penulis merencanak an berkunjung ke Israel untuk menghadiri pertemuan para pendiri Pusat Perdamaian Shimon Peres di Tel Aviv. Sebelum keberangak atan ke Tel Aviv, penulis menerima rancangan pernyataan bersama, yang oleh Rabi Kepala
Seorangwali mimpi bertemu Nabi Khidir. Thursday, 29 Zulhijjah 1443 / 28 July 2022 0ESpz.
  • 9ypiyd55id.pages.dev/153
  • 9ypiyd55id.pages.dev/390
  • 9ypiyd55id.pages.dev/37
  • 9ypiyd55id.pages.dev/5
  • 9ypiyd55id.pages.dev/214
  • 9ypiyd55id.pages.dev/112
  • 9ypiyd55id.pages.dev/451
  • 9ypiyd55id.pages.dev/196
  • kisah gus dur bertemu nabi khidir