BangsaBelanda memulai penjajahannya pada tahun 1595 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman berhasil mencapai Banten. Namun, kedatangan ditolak oleh penduduk setempat karena sikap Cornelis de Houtman yang tidak menghormati masyarakat setempat. Akhirnya, tahun 1597 Cornelis de Houtman kembali ke Belanda.
Cornelis de Houtman Wikimedia Commons JAKARTA - Cornelis de Houtman, seorang penjelajah asal Belanda adalah orang yang pertama kali menemukan rute perjalanan laut dari Eropa ke Hindia -sekarang Indonesia. Mulanya ia berekspedisi hanya untuk membeli rempah-rempah. Namun, belakangan ia mulai membuat onar. Konon, ekspedisinya yang kedua ditandai sebagai dimulainya masa penjajahan kolonial Belanda terhadap Indonesia. Semuanya bermula pada tahun 1592, dikutip dari Europeana, saat itu Cornelis de Houtman dikirim ke Lisbon oleh kongsi pedagang Amsterdam untuk menggali informasi tentang Kepulauan Rempah. Saat itu, isu mengenai Kepulauan Rempah memang sedang menjadi buah bibir di Eropa. Tugas pertama pun selesai. De Houtman kembali ke Amsterdam. Pada saat bersamaan, Jan Huygen van Lonschoten juga baru saja pulang dari India dengan tugas yang sama. De Houtman, Van Lonschoten dan para pedagang akhirnya berkumpul dan urun rembug menentukan lokasi mana yang hendak mereka tuju. Para kongsi pedagang memutuskan, lokasi yang hendak dituju selanjutnya yakni Bantam Banten. Mereka menakar di sana peluang untuk memboyong rempah-rempah besar. Pada 1594 para kongsi pedagang tersebut mendirikan perusahaan bernama 'Compagnie van Verre' dan pada hari ini, 2 April, pada akhir abad 16 atau pada tahun 1595, empat kapal pedagang yang dipimpin De Houtman pergi menuju Hindia. Keempat kapal tersebut adalah Amsterdam, Hollandia, Mauritius, dan Duyfken. BACA JUGA Sempat singgah lama di Madagaskar, akhirnya rombongan kapal dagang De Houtman tiba di Pelabuhan Banten pada 22 Juni 1596, pada pendaratan mereka yang pertama, hanya mambawa tangan kosong. Menurut catatan Europeana, hal itu mungkin karena mereka jadi korban kelicikan pedagang Portugis yang sudah lebih dulu berada di sana. Selain itu, perilaku pedagang Belanda memang tak bijaksana. Akhirnya mereka]emutuskan untuk berlayar menuju Madura di bagian timur Hindia. Di sana, mereka diterima dengan damai oleh penduduk setempat. Namun apabila, catatan Europeana benar, watak tidak bijaksana Cornelis de Hotman malah membawanya pada tindakan kekacauan. Tindakan ramah penduduk setempat malah dibalas dengan air tuba. Houtman dan rombongan merasa takut dikhianati penduduk setempat, maka mereka secara brutal menyerang penduduk sipil dan melarikan diri dengan kapal mereka. Mereka baru mendapatkan hasil yang mereka cari rempah-rempah, pada 26 Februari 1597. Akhirnya mereka bisa membawa hasil ke kampung halaman mereka, Amsterdam. Namun di tengah jalan kapal-kapal Portugis tak tinggal diam. Mereka merebut pasokan air dan persedian perbekalan rombongan ekspedisi. Dari 249 awak kapal, hanya 87 yang berhasil kembali ke Belanda. Meskipun perjalanan itu menelan banyak korban jiwa dan finansial, namun mereka dinilai tetap mencapai titik impas. BACA JUGA Ekspedisi kedua Pada tahun berikutnya, enam ekspedisi dikerahkan kembali dari Belanda untuk pergi ke Hindia. Pada masa ini pula dianggap sebagai awal penjajahan Belanda pada Hindia. Pada pelayarannya yang kedua, Armada Dagang Belanda sudah dipersenjatai layaknya kapal perang. Di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan saudaranya Frederijk de Houtman pada 21 Juni 1599, mereka memasuki pelabuhan Banda Aceh dan diterima dengan wajar sebagai layaknya kapal dagang negara sahabat. BACA JUGA Namun, Cornelis bersaudara mengkhianati kepercayaan Sultan. Mereka membuat manipulasi dagang, mengacau, menghasut, dan membuat keributan lainnya. Hal itu membuat Sultan mengambil langkah tegas dengan menugaskan kepada Panglima Armada Inong Balee Laksamana Malahayati untuk menyelesaikan pengkhianatan tersebut. Armada Inong Balee kemudian menyerbu kapal-kapal Belanda yang menyamar sebagai kapal dagang. Pertempuran satu lawan satu berlangsung di atas geladak kapal-kapal Belanda. Cornelis de Houtman mati ditikam oleh Malahayati sendiri dengan rencongnya, sementara saudaranya Frederijk de Houtman ditawan.
IPSSekolah Menengah Pertama terjawab Pengganti Cornelis de Houtman dalam menguasai Indonesia adalah Jawaban 4.4 /5 10 adrian4047 daendels maaf kalo dlh yayayayayayayyayayayay idih iwau follow dong cuy ok Lihat komentar lainnya Sedang mencari solusi jawaban IPS beserta langkah-langkahnya? Pilih kelas untuk menemukan buku sekolah Kelas 5 Kelas 6
Jakarta - Cornelis de Houtman berasal dari Belanda dan merupakan seorang penjelajah. Dikutip dari ensiklopedia Britannica, ia lahir pada tahun 1540 dan meninggal pada 1599 di Aceh. Ia merupakan sosok yang sering diperbincangkan dalam sejarah bersama saudara laki-lakinya, Frederik de Houtman, adalah penjelajah Belanda yang pertama kali tiba di Hindia Timur, atau kini dikenal sebagai Indonesia. Dulunya, wilayah Hindia Timur merupakan bagian dari monopoli perjalanan Cornelis de Houtman hingga sampai ke Indonesia?Pada mulanya, Cornelis dan Frederik dikirim ke Lisbon pada 1695 sebagai perwakilan sembilan pedagang Belanda. Tapi, mereka dipenjara oleh Portugis karena mencoba mencuri rute rahasia menuju Hindia 1595, mereka dibebaskan dan kembali ke Amsterdam. Lalu, Cornelis ditunjuk sebagai pemimpin empat kapal dagang bernama Verre Company, dengan tujuan ekspedisi Cornelis de Houtman untuk melakukan perdagangan di Hindia ini berangkat ke Hindia Timur pada 2 April 1595 dengan petunjuk navigasi dari Jan Huyghen van Linschoten. Mereka sampai di Hindia Timur, tepatnya di pelabuhan buku 'IPS Jilid 5' karya tim New Teaching Resource, kedatangan ini tak disambut baik rakyat Banten karena sikap mereka yang kasar dan bengis. Walau begitu, Cornelis de Houtman dan yang lain kembali ke Banten dua tahun kedatangan yang kedua, mereka disambut baik karena bersikap lembut dan ramah. Sekitar tahun 1596-1601, kapal dagang Belanda dari berbagai perusahaan masuk ke Indonesia untuk jual beli rempah-rempah. Persediaan rempah di Belanda berlimpah, namun harganya turun kekacauan tersebut, pada 1601, anggota parlemen Belanda Johan van Oldenbarnevelt mengusulkan penyatuan seluruh perusahaan dagang di bawah satu naungan. Kemudian lahir lah Verenigde Oost-Indische Compagnie VOC atau Perusahaan Dagang Hindia didirikan pada 20 Maret 1602 dengan modal 6,5 juta gulden. Perusahaan dagang ini lalu memonopoli perdagangan rempah di Indonesia dengan hak jual beli dimonopoli tidak boleh melakukan jual beli dan harus menjual rempah hanya pada VOC dan dengan harga yang ditentukan VOC. Selain itu, semua kebutuhan petani juga harus dibeli dari VOC dengan harga dari itu sangat merugikan rakyat. Apalagi, kedatangan Belanda semakin lama tidak hanya untuk berdagang, melainkan juga menguasai wilayah Hidup Cornelis de Houtman. Klik selanjutnya>>> Simak Video "Singgah ke Tugu VOC, Peninggalan Belanda di Halmahera" [GambasVideo 20detik] Dikutipdari ensiklopedia Britannica, ia lahir pada tahun 1540 dan meninggal pada 1599 di Aceh. Ia merupakan sosok yang sering diperbincangkan dalam sejarah Indonesia. Dirinya bersama saudara laki-lakinya, Frederik de Houtman, adalah penjelajah Belanda yang pertama kali tiba di Hindia Timur, atau kini dikenal sebagai Indonesia. Cornelis de Houtman lahir di Gouda, Holland Selatan, Belanda, 2 April 1565 – meninggal di Aceh, 11 September 1599 pada umur 34 tahun[1] adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Indonesia dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Cornelis de Houtman bersama armadanya tiba pada 27 Juni 1596 di perairan Banten,[1] lalu kembali lagi pada 14 Agustus 1597 membawa 240 kantong lada, 45 ton pala, dan 30 bal bunga pala.[2] Keberhasilannya ini membuka jalan bagi ekspedisi-ekspedisi selanjutnya yang berujung pada praktik kolonialisme di Nusantara. Cornelisde Hountman tiba di Banten pada tahun? SD. SMP. SMA SBMPTN & UTBK. Produk Ruangguru. Beranda; SMP; Sejarah; Cornelis de Hountman tiba di Banten pada tahun? ZA. Zahra A. 19 Maret 2020 13:24. Pertanyaan. Cornelis de Hountman tiba di Banten pada tahun? Mau dijawab kurang dari 3 menit?
Oleh Benny Ohorella, Penulis dan Penikmat Sejarah Pada 11 September 1599, Cornelis de Houtman, dibunuh oleh Laksamana Keumala Hayati dari Aceh, lalu armada de Houtman disita. Ini adalah ekspedisi dagang kedua Belanda ke Nusantara. Sikap de Houtman yang pongah dan kasar, memicu konflik hampir di semua tempat yg dia kunjungi. Pada kunjungan pertama thn 1596, dia diusir dari Banten. Ketika armadanya diserang perompak di lepas pantai Tuban, dia menumpahkan kemarahannya dgn menyerang sejumlah kampung di pulau Madura yg justru telah menolong dia dan orang-orangnya memperbaiki kapal dan merawat mereka yang ini mendorong Ratu Elizabeth I memilih jalur diplomasi, dgn mengirimkan surat permohonan restu kepada Sultan Aceh utk mengizinkan Inggris berdagang di Nusantara. Restu Sultan Aceh ini diikuti oleh sejumlah Sultan di Nusantara, sehingga mereka ramai-ramai mengikat perjanjian dagang dengan Inggris, salah satunya Banten. Tahun 1602, VOC berdiri, sebuah perusahaan swasta multinasional yang dimaksudkan utk menyatukan berbagai usaha dagang yang dimiliki orang-orang Belanda dalam satu koordinasi. Perusahaan ini walau saham-saham utamanya dimiliki oleh para Staten Generale Belanda tapi selebihnya bisa dimiliki oleh siapapun yang bisa urun modal baik berupa uang, barang ataupun tenaga. Dengan cara ini, sebuah negara kecil seperti Belanda bisa berkompetisi melawan para raksasa seperti Inggris, Spanyol ataupun satu misi VOC yang pertama adalah memperbaiki hubungan dgn Kesultanan Banten, mengingat berita dari Cornelis de Houtman dulu, Banten adalah salah satu sumber utama rempah-rempah, dan karena kekurangajaran Cornelis saja perdagangan dengan Banten berantakan. VOC lalu datang dengan membawa banyak hadiah dan janji perdagangan yang menguntungkan. Sultan Banten lalu mengizinkan VOC mempuyai wilayah sebagai tempat mereka melabuhkan kapal dagang, kantor administrasi dan membangun gudang. Sultan Banten lalu menugaskan Pangeran Jayakarta mencarikan wilayah tersebut, Pangeran Jayakarta lalu memberikan wilayah di tepi timur Sungai Ciliwung, di sebrang istana dan benteng Jayakarta yg berada di tepi barat Sungai Ciliwung. Di sana VOC mendirikan benteng kecil, dermaga dan bangunan kantor dan gudang. Pembangunan pos dagang permanen VOC pertama di Nusantara ini selesai tahun itu pada tahun yang sama 1602, Banten mengetahui bahwa Sultan Aceh telah merestui Inggris untuk masuk ke Nusantara, dan cara Inggris yang sopan ini membuat Pangeran Jayakarta merasa perlu mengimbangi Belanda dengan mengizinkan Inggris juga memiliki perwakilan Banten. Ketika itu memang kedudukan Belanda terlihat semakin lama semakin kuat. Pangeran Jayakarta mengizinkan Inggris membangun benteng, dermaga dan berbagai yang serupa dengan VOC di tepi barat Sungai Ciliwung, bahkan berdekatan dengan istana Pangeran Jayakarta. Hal ini membuat VOC marah dan mengajukan keberatan kepada Pangeran Jayakarta, tapi Pangeran Jayakarta tidak menanggapi. Dan hubungan VOC dengan Banten, terutama dengan Pangeran Jayakarta mulai 1618, konflik ini pecah menjadi konflik bersenjata. Pasukan Pangeran Jayakarta dibantu pasukan Inggris saling serang dengan para prajurit VOC. Di sini terlihat sifat multinasionalnya VOC. Pasukan Banten terdiri dari orang-orang Banten atau Demak, pasukan Inggris terdiri dari orang-orang Inggris, tapi prajurit VOC terdiri dari orang-orang Belanda, Jepang, negara-negara Skandinavia bahkan orang-orang Inggris dan Jawa Banten/Demak sendiri. Ya, karena VOC bukanlah sebuah negara, tapi sebuah perusahaan. Dalam pertempuran itu, kebetulan armada Inggris berada di sekitar Laut Cina Selatan, maka tak berapa lama 15 kapal perang Inggris tiba di Batavia, dan segera membuat VOC kocar-kacir. Benteng VOC babak belur tapi bertahan, walaupun begitu hal itu cukup untuk membuat Gubernur Jenderal VOC di Hindia Timur, Jan Pieterzoon Coen harus melarikan diri ke Ambon. Di sana VOC baru saja menaklukkan benteng Portugis, dan Coen berharap bisa bersembunyi di sana sambil menyusun armada baru utk mengatasi kekisruhan di itu di Jayakarta yang ditinggal Coen, benteng VOC hampir menyerah, penjaga benteng VOC sudah tinggal 24 orang, walau persediaan amunisi masih banyak, tapi tembakan meriam-meriam Inggris terus membombardir tembok benteng. Tapi, perkembangan buruk justru terjadi di kubu Banten - Banten meminta Pangeran Jayakarta menegosiasikan ulang perjanjiannya dgn Inggris, krn menurut Sultan, perjanjian sebelumnya dibuat tanpa persetujuan Sultan Banten. Pangeran Jayakarta, diminta datang ke pusat Kesultanan Banten dekat Serang sekarang dan tidak diizinkan kembali sebelum masalah ini selesai. Inggris marah dengan keadaan ini, karena mereka beranggapan bahwa perjanjian mereka telah legal sehingga tidak ada alasan utk dinegosiasikan ulang. Inggris menghentikan bantuannya dalam pertempuran dengan VOC, membuat para penjaga benteng VOC bisa bernafas lega, tidak ada lagi meriam-meriam Inggris yg menyalak menghantam benteng mereka. Senjata pasukan Banten tidak ada pengaruh apa-apa terhadap tembok benteng yang kondisi ini, VOC merasa bahwa inilah saat yg tepat utk melakukan pembalasan. Bulan Mei 1619, Coen datang kembali dengan 17 kapal perang dan lebih dari 1000 orang pasukan darat. Ketidakseriusan Inggris dan posisi Pangeran Jayakarta yang tidak di lokasi, membuat pasukan VOC bisa merajalela. Benteng VOC segera dibebaskan dari pengepungan dan bahkan menyerang langsung Jayakarta sendiri. Melihat ini, Inggris memilih melarikan diri. Pasukan VOC pun berhasil merebut Jayakarta dan membakar habis semua dan menghancurkannya hingga rata dengan lokasi tempat dulu Jayakarta berdiri, Coen mendirikan benteng baru yang lebih luas dan besar. Diperlengkapi secara kemiliteran dengan sangat baik. Dan tanggal 18 Januari 1621, secra resmi sebuah kota baru berdiri dengan nama Batavia. Diambil dari nama Batavii, sebuah nama suku Jerman yang dulu mendiami pulau2 di muara sungai Rhine. Pulau2 di zaman purba ini akhirnya menjadi satu setelah suku ini menguasai cara mengeringkan rawa-rawa dan wilayah sungai yg dangkal sehingga menjadi negeri Belanda Netherlands == tanah rendah. Diyakini, suku Batavii ini adalah nenek moyang orang sini terlihat bahwa jika dihitung dengan benar maka nusantara ini tidak dikuasai VOC lalu lanjut Belanda selama 350 tahun, tapi jauh kurang dari itu. Kenapa? tahun 1596, orang Belanda pertama saja baru datang 1942 - 1596 = 346 tahun, dan itu sudah keliru. Bahkan armada dagang Belanda hancur lebur di tahun 1599. Tahun 1602, VOC baru berdiri dan baru tahun 1621 mampu menaklukkan Jayakarta. Inilah tempat pertama yg DIREBUT dari sebuah kerajaan di nusantara. Tahun 1605, memang VOC bisa bercokol di Ambon tapi itu bukan dengan merebut wilayah Hitu sebagai kerajaan bawahan Kesultanan Ternate di pulau Ambon tapi dengan merebut benteng Portugis yg didirikan di wilayah kosong di seberang benteng Hitu di teluk Ambon. Ketika itu Hitu hanya menguasai wilayah yg sampai sekarang dikenal sebagai jazirah Lei Hitu di pulau itu kadang kemenangan VOC/Belanda adalah karena kemampuan mengeksploitasi kesempatan bagaimanapun Belanda baru berani mendeklarasikan Pax Neerlandica pada masa Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch 1830 - 1833, setelah kemenangan dalam Perang Diponegoro tahun 1830. Di masa ini pun Kesultanan Aceh belum takluk sampai 1904. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Sebanyakempat kapal dengan 249 awak dan 64 pucuk meriam berangkat di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Pada Juni 1596, kapal-kapal de Houtman sampai di Banten, pelabuhan lada terbesar di Jawa Barat. Orang Belanda yang pertama kali berhasil mendarat di Banten tahun 1596 adalah Cornelis de Houtman. Akhirnyamereka kembali ke Belanda pada tahun 1597. Walaupun pelayaran ini gagal, namun dapat di anggap kemenangan oleh bangsa belanda karena bangsa belanda sudah mulai berani berlayar ke arah Timur. Maka dari itu, cornelis de houtman di anggap sebagai orang yang telah membuka jalur perdagangan rempah rempah bagi bangsa belanda.

Pada11 September 1599, Cornelis de Houtman, dibunuh oleh Laksamana Keumala Hayati . Pada 11 September 1599, Cornelis de Houtman, dibunuh oleh Laksamana Keumala Hayati Indonesia Berdaya; Cek Viral; News Story; NUSANTARA Jabodetabek; banten; Jawa Barat; Jawa Tengah & DIY; Jawa Timur; kalimantan; Sulawesi; Sumatra;

Berikutjawaban yang paling benar dari pertanyaan: Pertama kali belanda mendarat di indonesia dipimpin oleh Cornelis De Houtman di wilayah. Mempertahankan dan memperjuangkan pokok- pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari adalah kewajiban setiap? 10 September 2021; 59yUJRv.
  • 9ypiyd55id.pages.dev/444
  • 9ypiyd55id.pages.dev/497
  • 9ypiyd55id.pages.dev/339
  • 9ypiyd55id.pages.dev/390
  • 9ypiyd55id.pages.dev/171
  • 9ypiyd55id.pages.dev/177
  • 9ypiyd55id.pages.dev/29
  • 9ypiyd55id.pages.dev/37
  • pengganti cornelis de houtman dalam menguasai indonesia adalah